Mendengarkan dan Prasangka

Di penguhujung  tahun 2015 lalu, saya berjanji kepada diri sendiri untuk terus bertanya setiap harinya “kebaikan apa yang sudah saya lakukan hari ini, dan apakah saya sudah berbuat salah hari ini?”, Lambat laun, saya kemudian mendefinisikan kebaikan dan kesalahan menjadi sesuatu yang sederhana. Apakah yang saya lakukan membuat hati nurani lebih tentram atau justru sebaliknya.  Dari sekian banyak harapan saya di tahun ini, semuanya pada dasarnya berujung pada “ saya ingin menjadi orang baik dan membawa kebaikan dengan keberadaan saya”

Saya kembali ke pekerjaan dengan banyak sekali cerita orang desa.  Soal harga karet yang tidak bisa ditukar dengan beras, soal perseteruan sawit dan kepemilikan tanah, tentang kepala desa yang kecewa dengan aparatnya, tentang bapak yang semangat hidupnya seolah padam karena marah dengan anak-anaknya, atau bahkan tentang ibu yang tiba-tiba hilang di hutan dan ditemukan setelah orang satu kampung mencarinya.

Lalu ketika saya bertanya, kebaikan apa sudah saya lakukan beberapa hari ini?, mungkin jawabannya adalah mendengarkan.  Kebaikan yang kemudian membuat saya belajar untuk lebih bersyukur dalam hidup, bahwa di luar kotak sempit pikiran saya, ada banyak hal yang harus lebih dihargai.  Lalu saya kemudian bertanya, apa yang membuat hati saya tidak tentram belakangan ini?, jawabannya ternyata adalah prasangka. Saya asik dengan pembenaran pikiran terhadap orang lain, lalu memaikan lakon dalam imajinasi tentang perilaku yang ingin saya lampiaskan. Ah…. Prasangka benar-benar menjebak hati seseorang.

Dan malam ini, saya belajar kembali untuk lebih mendengarkan suara hati saya, dan mencoba membuang semua prasangka.

Semoga besok lebih baik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: