Teman Kecil Bernama Ayu!

WP_20150208_007Perkenalkan, namanya adalah Ayu Soraya, sering dipanggil Ayu oleh teman-temannya. Usianya sekitar 11 tahun, seorang anak dari kampung kecil di tengah hutan yang saya kenal karena pekerjaan saya sekarang. Orang tua adalah penoreh karet dan memelihara sapi dengan ekonomi yang sangat terbatas. Ayah Ayu mungkin sudah berumur lebih dari 65 tahun, dan ibunya saat melahirkan mungkin berusia di atas 40 tahun.  Faktanya Ayu adalah anak tuna wicara dari lahir, dan menurut insting psikologis saya, kebutuhan khusus Ayu disertai dengan bawaan down syindrom yang bisa jadi dampak usia kehamilan ibu yang di atas 40 tahun.

Ketika saya datang ke kampung, Ayu selalu melambaikan tangan dari jauh, dan berlari menuju  ke arah saya. Ayu kecil sering menangis ketika orang sekitarnya tidak paham apa maksudnya, termasuk keinginannya untuk meminta tempat di sebelah saya yang sudah ditempati oleh temannya. Ayu hanya menunjuk dan merengek dengan suara yang saya tidak paham maksudnya. Sering berinteraksi dengan Ayu akhirnya membuat saya paham beberapa isyarat yang dia gunakan untuk menyatakan pendapat. Jentikan jari tanda minta uang jajan, isyarat tangan ke mulut tanda dia ingin makan, atau menarik baju saya tanda untuk ikut dengannya.

“Siapa yang ingin bernyanyi?”, kata saya kepada anak-anak di kampung. Ayu mengangkat tangannya dan maju ke depan. Teman-teman Ayu menatapnya heran dan dia tetap berusaha bernyanyi sebisanya. Saya kemudian belajar semangat dari Ayu kecil, apalagi sudah empat tahun dia bersekolah dan selama itu juga dia hanya duduk di kelas satu. Logika saya sering bertanya tentang perasaan anak ini yang setiap tahun memiliki teman yang berbeda tetapi dia tetap duduk di kelas yang sama. Ibu Ayu berkata bahwa anaknya ini selalu hadir ke sekolah setiap hari dengan semangat. Murni ya hati dan fikiran anak yang cenderung  memiliki keterbatasan di kognisinya. Melihat Ayu adalah melihat keceriaan dan dunia yang sangat sederhana. Anak ini harusnya cukup diajari kemandirian bagi hidupnya, agar dia bisa terus bertahan jika suatu saat orang tuanya tidak mampu menjaganya lagi.

Semoga selalu ada keajaiban-keajaiban kecil yang membuatnya selalu belajar

Dan bisa jadi, ada ribuan anak seperti Ayu di negeri ini, yang belum mendapatkan kesempatan sesuai kekhusannya untuk mendapatkan pendidikan yang istimewa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: