Sibiran

Alia kecil berlari menuju pantai yang tidak jauh dari rumahnya. Ia kemudian duduk dan membenamkan kakinya ke butiran pasir. Alia hanya terdiam, dan melihat hamparan laut biru di depannya. Gadis kecil itu sedang termenung memikirkan logika orang dewasa yang membingungkannya. Bagi Aliana, di dunia ini hanya ada dua kategori manusia. Manusia baik dan manusia yang tidak baik. Manusia baik adalah mereka yang harus ditemani, dan yang tidak baik harus dijauhi. Baginya hidup sederhana, antara titik hitam dan putih. Belakangan ia sangat bingung dengan orang sekitarnya, mengapa ibunya bilang kalau bu Cica kurang baik, tetapi setiap hari ibunya selalu menyapa, tersenyum dan berbicara dengan Bu Cica. Ibunya sungguh aneh, tidak konsisten, sulit dimengerti. Alia tidak menyukai Bu Cica, titik!!!, sehingga tidak alasan Alia untuk baik kepadanya. Alia kecil rupanya tidak memahami bahwa ada namanya sopan santun, etika, atau bermain peran di dalam hidup. Alia tau benar bahwa ibunya tidak suka dengan bu Cica, tetapi Alia belum memahami bahwa kadang kala kita harus mengolah ketidaksukaan kita untuk menjaga keharmonisan, keseimbangan, dan tata krama sosial.

Shiitt…Seperti Alia…Akupun kadang tidak mengerti!

  • Sibiran : keratan, potongan, belahan kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: