Alien yang Mencari Wujud

WP_20140204_006[3]

Mengimajiasikan Alien

            Opss…kalau kata sesepuh saya di pengajar muda dulu, masa paling tidak jelas adalah paska penugasan. Saya rasa ada benarnya mengingat respon saya sendiri dan beberapa teman seangkatan saya ketika kembali ke dunia nyata. Mungkin secara dramatis, kami telah beradaptasi di dunia alien, sehingga ketika kembali ke bumi, kamilah yang kemudian benar-benar menjadi alien.. Yang merasa semua wujud manusia sungguh berbeda dengan dirinya, dan pengennya tetap kumpul sama sesama alien… (belum mau move on)

            Saya pikir, saya akan senang kembali ke dunia psikologi, dengan senang hati menyambut sang gangguan dan ke dunia shopianya, yang kalau boleh jujur mah, sekarang udah dikalahin sama dukun dan peramal nasib (dalam konteks tidak ilmiah tentunya). Ternyata ketika saya melihat tumpukan buku tebal bertuliskan psikologi..jadi terlintas pertanyaan di logika saya, kok bisa saya punya buku-buku setebal itu, saya beneran ngabisin mpek S2 ya di ilmu ini.

            Saat ayah saya bertanya, kamu mau bantu di lembaga konsultasi psikologi lagi?, secara refleks saya menjawab tidak..apakah saya ingin mengajar mahasiswa psikologi, saya menjadi tidak yakin.. Saya pikir-pikir saya kemudian menjadi alien di ilmu yang bertahun-tahun saya geluti. Lalu maumu apa alien?, tentu saja segera menjadi makhluk bumi.. Mungkin macam superman yang mendarat ke bumi setelah terlempar secara tak sengaja dari Krypton, atau macam pesawat Apolo yang kembali ke bumi setelah sukses mendarat di bulan, saya rasa harus ada yang segera membawa saya melintasi galaksi buat sampai ke bumi kembali… Well, tapi sebenarnya boleh si berhenti sebentar liat bintang-bintang yang kerlap-kerlip itu, dan memutari yang namanya Jupiter atau bisa gak ya saya keluar dari galaksi bima sakti…(teman sepenempatan saya sang astronom mungkin akan mengangkat kedua alisnya, sambil berkata… itu gak mungkin mbak!!!).

            Menurut saya setiap orang pasti pernah merasa menjadi Alien di dalam hidupnya. Semacam Kal El yang di bumi berganti identitas menjadi Clark Ken.  Ketika Clark kecil merasa berbeda dengan orang lain dan tidak ada seorangpun yang memahaminya.  Seolah banyak kekuatan yang dia belum sadar sepenuhnya dan tidak tahu harus bagaimana. Si Clark yang awalnya sering merasa ababil dengan dirinya, bahkan tidak berani menerima cinta tulus dari Lana atau Louis Lane, akhirnya benar-benar menjadi makhluk bumi ketika dia menyadari bahwa dengan kekuatannya dia bisa membantu lingkungan sekitar lalu  memilih satu profesi yang dicintainya. Si Clark kemudian menjalin hubungan serius, mempercayai seseorang atas kekuatan dan kelemahannya, lalu  memiliki keturunan yang itu adalah manusia bumi. Walaupun tentu saja akan terus ada gangguan dari Lex Luttor yang seolah mengancam seantero dunia dengan kejahatannya. Tentu saja hidup saya dan pengajar muda lainnya tidak sedramatis superman yang melegenda sepangjang masa. Saya hanya manusia biasa yang berusaha mereorentasi tujuan-tujuan hidup saya, menilai berbagai kemungkinan, membumikan dengan realita, dan menyelaraskan dengan lingkungan yang punya ekpektasi tersendiri terhadap saya.

            Beberapa hari ini saya bertemu dengan orang-orang yang bergerak di psikologi, baik yang masih belajar atau mereka yang bekerja di bidangnya. Apa yang saya dapat?, Mungkin untuk menjadi manusia bumi kembali, saya memang harus sering-sering berkumpul dengan mereka. Ketika saya berusaha memberikan gambaran tentang luasnya ranah psikologi, bagaimana konsep assesment, pengembangan ilmu, atau penanganan gangguan terhadap beberapa mahasiswa psikologi, saya sadar bahwa saya sebenarnya tidak terlalu jauh berlari. Macam Clark Kent yang bagaimanapun masih punya ingatan tentang Krypton (haa…. penggemar superman mode on). Ketika dua anak berkebutuhan khusus di rumah sakit mencium tangan saya, lalu saya memeluknya. Sekejab saya merasa menjadi manusia bumi kembali, moment sepersekian menit itu memberikan kebahagiaan yang sangat kepada saya. Saya bahagia sekali melihat kemajuan anak dengan gangguan bicara, dan amat girang ketika si kecil hiperaktif ini bisa memasang sepatu dengan baik. Terapis di rumah sakit ini bekerja dengan baik pikir saya. Kesimpulan yang saya dapat di rumah sakit hari ini adalah melihat kemajuan seseorang (klien) ataupun komunitas itulah tujuan yang dari dulu tidak pernah disorentasi.

            Saya adalah alien yang sekarang pelan-pelan mencari wujud, menikmati setiap prosesnya untuk kembali menjadi manusia bumi, Manusia bumi yang bermanfaat dengan cara yang saya cintai. Seperti Clark Kent yang pelan-pelan memahami apa kekuatan dan kelemahannya, mulai percaya kepada lingkungan, menerima dengan lega bantuan dan dukungan, berusaha terus bergerak dari kesempatan yang dimanahkan sambil terus menemukan bentuk manusia seutuhnya kembali. Alien yang mencintai belajar dan berbagi yang juga secara nyata harus lebih mandiri dengan hidupnya. Si Alien ini akan selalu percaya bahwa ketika dia mulai tersesat, akan ada orang-orang baik dan kekuatan yang lebih besar yang akan menuntunnya.

Semoga para alien segera menjadi manusia bumi ya 🙂

Ha… NB : Efek  habis baca “ selama kita tersesat di Luar Angkasa” karya Maggie Tiojakin….. sekalian katarsis emosi dengan gambar alien nyasar ke bumi..:)

Jadi Alien…mari kita jalani dengan senang apa yang ada di depan mata…:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: