Berceloteh Cita-Cita

Berceloteh Cita-Cita

Belakangan ini ada beberapa orang yang mengingatkan tentang cita-cita, tentang apa yang diinginkan di masa depan… Jujur, sepuluh bulan ini, saya sungguh terlena dengan masalah keseharian, yang dari hari-ke hari seperti rutinitas untuk di selesaikan. Atau lebih tepatnya saya amat menikmati edisi menjadi pengajar muda, yang apapun masalahnya seolah ini adalah masalah-masalah di negeri dongeng yang pada akhirnya akan selesai ketika tiba-tiba ada yang mengguyur saya dengan air. Detik itu terus berjalan, hingga saking sporadisnya tiba-tiba saja kebahagiaan saya ini segera selesai, lalu hanya ada satu kata yang pantas saya sematkan dalam-dalam “ move on”.

Ibu saya tercinta, sedang rusuh dengan masa depan saya..tentang kemapaman yang dari dulu selalu diharapkan dari anak-anaknya. Masalah terbesaranya adalah versi mapan ibu saya adalah dengan menjadi “ PNS”, ini juga berlaku untuk kakak saya yang sebenarnya sudah bekerja di posisi yang lumayan…Kalau dipikir-pikir si, ngapain…. tapi begitulah…mungkin di setiap doanya, adalah harapan sederhana untuk kebahagiaan anak-anak dimasa depan, dengan gaji konsisten tiap bulan, dan kenaikan tunjangan berkala setiap beberapa tahun.

Aku sebenarnya sudah agak capek jadi anak ngeyel dan keras kepala, jadi kali ini, aku manut saja… melihat dan mengikuti apapun prosesnya, tanpa harapan apapun…masa-masa dimana aku seperti beberapa hal dalam hidupku…Menyerahkan saja PadaMu Rabb… Pasrah itu pada akhirnya membuat lebih ringan, lega dan tak perlu merasa banyak khawatir..

Merangkai Cita-Cita….

Saya pikir-pikir, sebenarnya cita-cita saya pada akhirnya tidak terlalu banyak. Kesempatan untuk melihat banyak dunia dan perspektif itu adalah bonus, tetapi yang paling penting adalah ketika hidup saya ini bermanfaat dan saya bisa ikhlas… Wuih, Abot sebenarnya ini…. Benar-benar menyelesaikan apa yang disebut masalah dasar, menjalaninya dengan bermakna, dan keseharian saya dibalut dengan syukur dan sabar… Ah, Gusti… apa ini terlalu utopis….

Ngoceh Malam…..

Jadi Apapun…Alhamdulillah

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. embundankaca
    Sep 17, 2013 @ 01:53:49

    ezzzzz….. muncul disini gak muncul di wasap -_-“… haha, aku yo wes capek “ngeyel” mbokde.. jadi akhirnya, tu tawaran di ambil?
    btw, what’s your wish??

    Suka

    Balas

  2. pelangipsikologi
    Sep 25, 2013 @ 23:13:50

    aku udah nulis….. tapi belum di post, haa….. sama kayak yang aku bilang ke kamu bu de….. tahun ini maunya sederhana…..

    tawaran itu….heeeee……. di jalani dan di pasrahkan…

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: