Melihat Dunia Lain (Belajar dan Berwisata)

foto kunjungan ke LNG

Bersemangatnya Anak-anakku

Anak-anaku satu sekolah sangat heboh dengan rencana kunjungan wisata belajar kami….”Kita akan belajar ke Info Center LNG” kataku suatu pagi kepada anak-anakku. “Enci, akan mengajak anak kelas enam, dan memilih beberapa orang yang enci anggap selama ini telah berperilaku baik atau belajar dengan rajin”. Semenjak ku umumkan kepada mereka,  anak-anak  dengan ragam tanya akan  berujuar kepadaku setiap harinya.

“ Enci…siapa yang dipilih ke LNG kelas satu sampai limanya”

“Enci… kita orang kalau kesana pakai baju apa”

“ Enci..bawa makanan, bawa buku, bawa tas enci”

“Enci, saya belum pernah naik bis…saya saja yang dibawa ya”

“ Enci…. kita bakalan ke LNG enci…benar enci??!!”

“ Enci, habis ini saya rajin berkebun dan pramuka…saya ya Enci”

“ Enci….kelas lima diambil 3 orang saja ya, saya yang ikut….”

“ Enci, saya di bis berdiri saja tidak apa-apa asal ikut…”

Satu hari menjelang pemberangkatan aku mengumpulkan mereka di lapangan dan berbicara dengan seluruh anakku. “ hari ini enci akan menjelaskan tentang kunjungan kita ke Info center LNG, besok anak-anak kelas enam, akan belajar disana…kenapa kelas enam, karena sebentar lagi mereka akan lulus dan meninggalkan sekolah ini…jadi ini adalah hadiah untuk teman-teman kalian yang sudah belajar dengan baik….” Ucapkku kepada seluruh anak… Aku kemudian menjelaskan bahwa bis yang akan menjemput kami hanya berisi 23  tempat duduk, sehingga anak-anak tidak bisa ikut semua. “ Andai bisnya bisa lebih dari satu..pasti Enci ajak kalian, tapi sayangnnya tidak bisa….jadi, perwakilan teman kalian dari kelas 1-5 lah yang ikut, dan enci sudah memutuskan siapa saya yang diajak untuk kunjungan”. Penjelasanku disambut dengan ribut anak-anak yang hampir serentak bilang “enci….siapa enci…ayo siapa….saya saja enci..saya ya enci….”.  Kemudian aku menyebutkan beberapa anak dari kelas satu sampai lima yang akhirnya mendapatkan kursi untuk karya wisata.

“ kenapa mereka yang Enci pilih, karena selama ini mereka telah menunjukan perilaku yang baik, melakukan kebaikan, dan semangat belajar. Kenapa Enci memilih Asni, karena Asni selalu menjaga dan membersihkan perpustakaan dengan baik juga rajin berkebun, Kenapa Ikshan…karena ini adalah penggahargaan untuk Ikhsan yang sudah menguasai huruf, Lalu Sindi dan Lala….mereka rajin ke perpustakaan dan suka pergi ke mesjid untuk Sholat berjamaah….Enci tidak hanya menilai dari kalian pintar di kelas atau juara lomba, tetapi kebaikan-kebaikan dan sikap yang telah kalian lakukan” Ucapku kepada mereka di lapangan. Aku tau tersirat kekecawaan di sebagian anakku yang berharap terpililh, dan akupun sangat ingin mengajak lebih dari ini. “ Tapi bukan berarti kalian tidak baik atau tidak rajin, tetapi memang Enci harus memilih beberapa orang, tetaplah melakukan kebaikan….karena Allah pasti akan membalas kebaikan kalian….”. Kemudian kukatakan, sebagai ganti tidak semua yang pergi, maka kami akan piknik bersama di Pantai dua minggu berikutnya.

Hari kunjunganpun tiba, anak-anakku yang ikut datang lebih awal dari biasanya, mereka langsung bertanya “ kapan bisnya datang enci”, kulihat wajah cerianya mereka, aku terharu dengan persiapan yang telah mereka lakukan. Ada Rahmat dan Syahrul yang memakai kostum pramuka lengkap dengan kacu, pisau dan tali penolong, ada Lala yang menggunakan kaos kaki baru, atau Sindi yang mengeluarkan tas kesayangan bonekanya untuk pergi ke kunjungan ke Info center. Baso juga bilang “ aku bawa uangku hasil tangkapan nener  (bibit ikan bandeng)kemaren enci…” Ada juga orang tua yang bolak balik mengantarkan sesuatu untuk anaknya (entah uang, makanan, buku, atau memastikan mereka tidak mabuk), bahkan orang tua Sindi mengikuti bis kami dari belakang dengan motor. Anakku juga berebut minum obat antimo agar tidak mabuk, dan mondar mandir gelisah ketika bisnya belum juga tiba di sekolahku.

Saat bisnya datang, seluruh anak kemudian berhamburan keluar kelas menyaksikan kepergian 20 anak dan 3 orang guru termasuk aku..Beberapa anak yang tidak ikut melakukan usaha terakhirnya mendekatiku agar diikut sertakan..”Enci…kalau misalnya tempat duduknya lebih untuk saya ya…” ucap Aliana dan Nanda..Andai aku bisa membawa lebih banyak, pasti akan kulakukan.  Kuperhatikan satu persatu anak-anakku menaiki bis yang merupakan barang mewah bagi mereka. Bis besar dengan full AC. “ Aku enci, pernah naik bis, tapi tidak ada yang ACnya seperti ini” kata Rahmat. “ tidak mungkin kita orang mabuk, kalau bisnya dingin begini enci”. Ucap Baso. “ Babagaimana cara memasang ini enci (Sabuk pengaman)” kata beberapa anakku. Berapa lama kita akan sampai ke LNG Enci” kata yang lainnya lagi. Semangat dan kegembiraan mereka adalah kebahagiaan luar biasa bagiku.

Kami belajar banyak dikunjungan singkat di Info Center LNG. Bagaimana gas di eklporasi dan ekploitasi  sehingga berhasil dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari dan betapa negeri kita Indonesia sangat kaya luar biasa sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. “Hayo, minyak bumi berasal dari mana” kata mbak iis menguji beberapa anakku yang kemudian dijawab polos oleh Ikhan anak kelas dua dengan “dari tanah…..”. “ Ada yang ingin ditanyakan” kata mbak Iis lagi yang disambut acungan jari Fadilla “Kenapa membawa gasnya pakai kapal?”.  Mbak Iis yang berkerja di Info center ini kemudian menjelaskan dengan ramah proses bagaimana gas yang diolah kemudian dibawa melintasi puluhan ribu kilometer untuk sampai ketangan pembeli, sehingga cara yang paling mudah adalah dengan kapal.

Anak-anakku juga mendapatkan tontonan edukasi tentang LNG dan berkesempatan untuk membaca banyak buku tentang sumber daya alam. “ Enci…aku mau mencatat semua yang penting-penting ya…”. Ucap Nadia di perpustakaan. “ Enci, yang kakaknya tadi jelaskan ada semua di buku ini”, Ucap Asni.  Lalu Ikhsan yang belum lancar membaca mendekatiku dan berkata, “Aku harus mencatat apa kira-kira enci”. Setelah selesai dengan tur edukatif kami di Info center LNG, anak-anakku kemudian menghabiskan waktu dengan makan siang bersama dan foto-foto lalu mendapatkan sedikit suvenir dan beranjak pulang dengan bis yang tadi menjemput kami.

Alasan Kenapa Melakukan Kunjungan

Lama aku berfikir untuk kunjungan ini, dengan alasan sederhana…ekpektasi. Mengunjungi sebuah perusahaan besar yang sangat di elu-elukan di kabupaten kami. Perusahaan yang tidak hanya mengekplorasi kekayaan Banggai, tetapi secara sosial juga banyak merubah pola hidup masyarakat. Dan kebetulan juga, perusahaan ini adalah Patnershipnya IM, salah satu patner yang membiayai keberangkatan kami di Banggai.

Kunjungan perusahaan ini kebeberapa daerah penempatan PM, dan semenjak artikel tentang kami keluar satu halaman penuh di sebuah koran lokal di Kabupaten sedikit banyak membuatku agak khawatir dengan namanya ekpektasi….Bahkan di hari pertama aku menginjakkan kaki di desa ini…

Tapi aku ingin anakku melihat dunia luar selain desa…aku ingin mereka tahu bahwa daerah mereka amat kaya raya…Ingin kujabarkan satu persatu kekayaan daerah mereka yang suatu saat nanti bisa mereka kelola dan tidak hanya menjadi budak di negeri sendiri. Hamparan padi yang luas, kandungan material perut bumi yang melimpah (minyak bumi, gas, nikel, dan emas),  perkebunan sawit, coklat atau beragam jenis buah, bahkan isi lautan dengan beragam jenis ikan, udang, kepiting, cumi atau jenis lainnya tidak hanya aset konsumsi untuk mendatangkan keuntungan tetapi juga wahana luar biasa untuk wisata. Belum selesai dengan itu, ada perternakan yang berkembang dengan baik, budaya sosial yang khas, dan sekarang mulai didukung oleh pembangunan infrastruktur yang semakin baik. Aku sangat resah dengan kemajuan kabupaten penempatan kami, jika anak-anakku tidak menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kemampuan mereka, aku tidak ingin mereka sekedar menjadi penonton peradapan tetapi menjadi bagian perkembangannya.

Sering kutakan kepada mereka….”kalian ingin kerja otak apa otot? Pekerjaan otot lebih banyak lelah dengan penghasilan sedikit dari pada pekerjaan dengan otak. Para menteri, presiden, dokter dan banyak pekerjaan lain…coba liat jika mereka menggunakan otak?. Pun kalian memilih menjadi petani, nelayan, berkebun…akan berbeda hasilnya jika kalian menggunakan ilmu…?. Aku sangat berharap membawa mereka melintasi banyak tempat dari sekedar desa kami, menjelaskan tentang Indonesia dan betapa banyak ragam pilihan cita-cita. Aku sangat ingin mereka termotivasi, lebih semangat lagi belajar dan tidak pantang menyerah dalam hidupnya.

Persoalannya adalah bagaimana caranya aku mengajak anak-anakku melek dunia luar tetapi dengan biaya yang serendah-rendahnya. “ kenapa?, karena sekolah kami tidak punya banyak uang”.  Dengan kondisi empat guru honor yang harus dibiayayi dan sepenuhnya kami harus bergantung dari dana bos yang mudirnya tidak terlalu banyak, maka untuk melakukan kegiatan yang mengeluarkan uang banyak, membutuhkan pemikiran panjang tentunya.

Well, Seperti Mas Dimas bilang, ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dan semua diserahkan padaNya, tetapi ada hal-hal yang bisa kita kelola. Termasuk soal ekpektasi yang kukawatirkan terjadi di desaku. Ketika aku mengajak mereka kunjungan ke sebuah perusahaan besar, pernyataan tentang “ ini gara-gara guru Jakarta” yang membuatku tidak nyaman mungkin akan ada. Teringat kata-kata di pelatihan dulu “its not about us, its about them”,  ketika anak-anakku bisa merasakan hawa yang berbeda dengan belajar sesuatu di tempat lain, aku pada akhirnya menjadi tidak terlalu peduli pendapat orang lain, karena opini hanyalah salah satu konsekuensi atas apa yang kita lakukan, dan itu adalah bagian yang bisa dikelola bukan!!!.

Hasilnya, aku sungguh tidak menyesal, melihat mata berbinar dan ekpresi bahagia mereka saat melakukan kunjungan adalah hal luar biasa bagiku….. Entah seberapa banyak yang sudah mereka pelajari dari kunjungan singkat mereka ke Info center ini, hanya saja paling tidak mereka sedikit melihat bahwa banyak dunia lain diluar dunia kecil mereka yang untuk menyesuaikan diri di dalamnya membutuhkan semangat untuk terus belajar.

Terus semangat ya Nak…!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: