Pramuka dan Penjelajahan Desa

ekpedisi desa

Aku bilang kepada anak-anak kelas tinggi bahwa sore ini kita akan pramuka dengan tema penjelajahan desa, disambut anak-anak dengan meriah dan banyak pertanyaan…bagaimana itu enci, bawa apa kita enci… pakai sepatu enci?. Begitulah anak-anaku yang senang sekali dengan kegiatan belajar di luar. Selepas ashar, mereka sudah berdatangan dengan sepatu, membawa air minum dan siap untuk mengikuti kegiatan..Nur Sella anak SMP yang sering berada di mesjid bersamaku adalah asisten pramuka yang kuminta untuk membantu melatih dan mendampingin anak-anak juga sudah siap di sekolah.

Aku menjelaskan tentang rencana penjelajahan desa yang akan kami lakukan hari ini… Aku bertanya, kalian mengerti tentang denah? Yang disambut dengan tebakan asal anak-anakku…begitulah mereka, ketika ada pertanyaan banyak anak yang akan segera angkat tangan, tetapi menjawab dengan asal atau kemudian mendadak tidak menjawab…Paling tidak anak-anakku ini memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik. Sejenak kami membahas tentang batas desa Moilong dari batas awal ke arah pesisir yang tidak ada perumahan lagi. Disana enci, dekat Toili itu adalah batas awal Desa Moilong,  lalu terus ke Loppon dekat pantai.. Jawab salah satu anakku.  Kalian kuat berjalan dari batas dusun Moilong hingga ke Loppon? Atau cukup di sekitar dusun ini saja? Kataku kepada mereka. Kuat enci…. bisa enci…sudah bawa minum enci… Desaku ini, mungkin kalau diputari jala kaki dari jalan desa hingga pesisir membutuhka waktu sekitar 45 menit. Aku kemudian menjelaskan bahwa tugas  kita adalah membuat denah rumah anak-anak yang bersekolah di SD Moilong, termasuk tempat-tempat penting yang ada di desa seperti mesjid atau balai desa. Aku kemudian sedikit mencontohkan denah di papan Tulis. Kita akan membuat denah umum desa dulu, kugambarkan jalan dan beberapa belokan di desa di papan tulis, coba kalian ingat, kira-kira rumah siapa saja yang ada di sekitar mesjid? Abank, enci ita, tessa, tiara enci…. nah, silahkan nanti kalian memberikan keterangan ya….

Aku kemudian membagi penggalang pramuka menjadi empat kelompok yang terdiri dari penggalang putra dan penggalang putri. Kami kemudian beranjak dari gerbang desa dan memulai penjelajahan desa dan menggambar denah…kukatan kepada mereka, kalian boleh berlomba… Pola tingkah anak-anak berkompetisi adalah hiburan bagiku, menyenangkan melihat mereka mengatur sendiri siapa yang menulis, saling menyemangati biar lebih cepat atau namanya juga anak-anak, ada edisi salah-salahan dan suruh cepat-cepat temannya.

Sebenarnya, jelajah desa ini juga mempunyai misi tersendiri buat ku… menghafal cukup banyak rumah anak cukup memusingkan bagi guru baru seperti ku, jadi dengan jelalah desa, selain aku dan anak-anak  belajar bersama, juga media ampuh untuk sekalian menyapa orang tua murid plus mengerti dimana sebenarnya rumah mereka… Di sepanjang perjalanan anak-anak juga bercerita tentang banyak hal… enci, disana aku sering ambil mangga,  rumah itu ada kelincinya enci, di sawah itu aku bermain, kalau disana ada orang gilanya enci, enci rumah yang itu…yang kalau naik motor sering klakson, enci…yang dekat mesjid itu namanya kampis, kami sering mengaji disana…dan banyak cerita lainnya yang kusambut dengan mangguk-mangguk.

Beberapa orang tua yang kami lewati rumahnya bertanya…bikin apa enci, mampir dulu enci… saat anak-anak menggambar, aku mampir dan sejenak ngobrol dengan beberapa orang tua…yup, misi silaturahmi terwujudkan Well, satu dua pulau terlampaulah…

Ternyata tidak semua wilayah di desa bisa kami jangkau karena hari sudah terlalu sore,.. sambil bernyanyi aku dan murid-muridku kemudian pergi ke pantai dan duduk disana untuk membahas apa yang sudah mereka kerjakan… Masing-masing mempresentasikan hasil denah mereka. Kelompokku yang paling banyak enci, ucap Mansya dengan Mantap… hampir lima puluh denah…, secara bergantian, tiap kelompok kemudian menjelaskan denah yang mereka buat kepada kelompok lainnya.

Ekpedisi desa kami di tutup dengan menyanyi bersama… Lagu Favorite kami akhir-akhir ini adalah terimakasih guru…, lalu kami membahas apa yang ingin dilakukan pada pramuka edisi berikutnya…anak-anakku ingin membuat layang-layang dan boneka dari kardus… dan kemudia semua sepakat bahwa selain latihan upacara pramuka, pertemuan di semester depan kami akan membuat boneka dan layang-layang dengan alat dan bahan yang sederhana…

Tidak sabar dengan keceriaan berikutnya

Yuks….Kita nikmati setiap detik yang sangat berarti…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: