Apel Merah di Pohon Kebaikan

 

pohonBanyak Volunter pasti sepakat bahwa anak-anak di Pojok Cempaka itu luar biasa, Satu sisi adalah anak antusias yang ingin belajar, sisi lainnya adalah anak yang ingin secepatnya keinginan mereka dituruti. Satu bagian adalah anak-anak yang sering melontarkan ucapan tak terduga menandakan kecerdasan mereka, bagian lainnya adalah keegosentrisan dimana dunia aku, aku, dan aku adalah hal utama. Pasti banyak dari kalian yang mulai jatuh cinta dengan mereka, tapi sisi lainnya kita yang disebut guru oleh mereka akhirnya punya konsekuensi tanggung jawab dari pada sekedar memberi kasih sayang. Woh…intinya ya…ada sisi mereka amat manja, tidak mau mendengarkan, ribut sendiri, maunya didahulukan, suka main sendiri, edisi tendang-tendagan, lempar melempar, tangis menangisi, lari-larian tidak jelas (emm..buat mereka jelas si kayaknya) dan sifat anak pada umumnya yang kadang bikin suara mau habis, emosi kaya bertempur, dan agresi agak meningkat. Tentu saja itu hanyalah bungkus dari sisi mereka yang menampakan semangat luar biasa dan keceriaan yang membuat kita selalu semangat dan tidak pernah kapok untuk ketemu mereka, lagi dan lagi… (well, seperti orang jatuh cinta…he). So, dari evaluasi tiga bulan sebelumnya, sepertinya kita harus punya cara efektif menjembatani dunia anak mereka dengan misi kita untuk mendidik mereka….

Mari sedikit memformulasian…

Menurut Bapak Skiner, pakarnya psikologi keprilakuan, perilaku anak itu bisa dibentuk dengan pemberian reward and punisment. Kalau baik dikasih hadiah, kalau jelek dikasih hukuman. Walaupun menurut hemat saya harus juga diimbangi dengan paradigma kognitif plus hati (kalau yang hati karangan saya sendiri..he, anak psikologi yang menyimpang dari mahzabnya..ha). Maksudnya, biar anak tidak hanya sekedar menjadi kumpulan perilaku berulang tanpa makna yang berarti, biar logika dan rasa anak tidak hanya terguyur oleh kumpulan stimulus dan respon yang berakhir dengan guyuran hadiah dan hukuman.  Cuman menilik penelitian Bapak Piaget soal perkembangan kognisi, anak-anak usia TK dan SD memang rentang yang belum mampu berfikir abstrak, dan perilaku akan mudah dibentuk dengan contoh yang kongkirt dan mereka dilibatkan langsung untuk melaksanakannya. Yang kalau di Islam mungkin adalah Uswatun Hasanah, dimana anak kecil akan lebih mudah belajar dari contoh yang terus menerus diperlihatkan kepadanya, baik postif atau negatif. Jadi hemat saya, untuk urusan membentuk tingkah laku anak-anak teori-teori ini pada dasarnya tidak saling bertentangan., jadi kita ambil saja intisarinya lah ya…

Salah satu yang mungkin bisa kita praktekkan untuk membentuk kebiasaan baik anak adalah dengan metode Token Ekonomi. Prinsip teknik ini didasarkan pada kondisioning operan (hah…serius banget ya..) yang didesain untuk merubah tingkah laku seseorang (klien). Intervensi ini bisa dipakai untuk mendidik anak di rumah atau di sekolah, khususnya kepada anak yang lambat belajar, autis atau dilinkuen. Tata laksananya adalah memberikan hadiah dalam bentuk kartu berharga kepada anak jika memunculkan tingkah laku yang dikehendaki. Pemberian reinforment diatur dalam interval atau rasio, bisa divariasikan dengan memberi hukuman, yakni mengambil kartu di tangan anak yang sudah dimiliki ketika dia melakukan kesalahan. Sesudah kartu di tangan anak mencapai jumlah tertentu, dapat ditukar dengan reward primer yang disukainya. Strategi kartu berharga pada dasarnya memaai princip Premack “kumpulkan kartu dulu, nanti sesudah jumlahnya cukup, kamu boleh/mendapat………… Baiknya rewardnya juga yang mendidik oleh anak dan tambah meningkatkan kemampuan mereka misalnya dapat buku bernilai edukatif, nonton film perjuangan dan lain-lain… Ini tentu saja harus dimbangi dengan penjelasan yang bagaimana caranya bisa membuat logika mereka nyadar kalau ketika saya berbuat baik, maka saya akan disukai oleh orang lain, saya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal, saya akan lebih bahagia dalam hidupnya.

Mari kita buat Aplikasinya semakin sederhana….

Sistem bintang di bulan ramadan kemaren cukup efektif untuk membuat mingkem dan memfokuskan anak-anak terhadap materi yang disampaian. Andi, Rudy, Icha, dan Atun mendapatkan bintang tertinggi yang kemudian mendapatkan reward kecil berupa penghargaan membagikan makanan kecil untuk temannya. Dan karena bintang yang didapatkan anak-anak lebih dari 150, artinya melampaui batas untuk dapat reward bersama, maka anak-anak bersama beberapa volunter di akhir agustus kemaren pergi ke Gelanggang.

Nah, untuk 3 bulan berikutnya ini, diharapkan mengajar di YAB lebih terarah. Sabtu (1 Agustus), anak-anak YAB mendapatkan satu persatu pohon kebaikan mereka, setiap pohon ada foto biar gak ketuker lengkap dengan pagar dan rumput di sekitarnya. Aturan belajar di YAB sederana, datang tepat waktu, tidak mainin HP volunter selama belajar, dan serius untuk belajar. Ketika anak-anak belajar dengan baik maka mereka bisa mendapatkan apel merah tanda kebaikan, dan ketika mereka melanggar aturan yang ditetapkan maka akan ada apel yang busuk (berwarna hitam) di pohon sebagai pengingat mereka berbuat salah dan harus memperbaiki diri. Tujuan pohon kebaikan individu adalah agar anak termotivasi untuk mencapai perilaku yang lebih baik, dan segera menyadari ketika mereka melakukan kesalahan. Nah, tugas volunter selain memberikan apel merah atau hitam kepada mereka adalah menjelaskan dengan bahasa sederhana dan bisa dinalar anak mengapa mereka mendapatkan apel itu, jadi tidak asal memberi sehingga anak bisa mengerti ketika mereka melakukan kebaikan akan menapatkan kebaikan juga, dan ketika mereka berbuat nakal atau tidak baik, maka ia harus segera sadar untuk memperbaikinya.

Selain pohon kebaikan individu, juga ada pohon kebaikan bersama. Artinya pohon itu milik satu kelas anak-anak YAB. Mereka akan mendapatkan reward bersama ketika memiliki 200 apel merah. Kalkulasi sederhananya adalah dalam tiga bulan dengan 5 mata pelajaran perminggu maka kita punya 60 kali pertemuan untuk mereka. Jika satu kali pertemuan mereka mendapatkan 5 apel merah bersama, maka jika proses belajar baik mereka akan dapat 300 apel merah..Well, namanya juga anak-anak, kita jaga-jaga sajalah ya, kita kurangi taregtnya, apalagi jika ada apel hitamnya.  Fungsinya apel hitam adalah mengurangi jumlah apel merah yang mereka dapatkan. Pohon kebaikan bersama adalah evaluasi dari setiap sesi belajar yang dilakukan oleh volunter. Seberapa jauh kelas berjalan dengan kooperatif atau anak-anak melakukan banyak kebaikan selama sesi itu. Jadi, setiap PIC mata pelajaran bersama dengan volunter subjek itu, bisa memformulasikan anak atau suasana yang seperti apa yang layak dapat apel merah atau justru medapat apel hitam. Tujuan pohon kebaikan bersama adalah agar mereka saling menjaga dan mengingatkan, agar mengkondisikan tertibnya kelas tidak hanya dari guru yang mengajar tetapi ada kontrol dari teman-temannya. Harapannya mereka semakin sabar dalam belajar dan lebih peka kepada lingkungannya karena anak semakin menyadari bahwa perilakunya yang kurang baik akan merugikan teman-temannya.

Kekuatan keberhasilan metode ini menurut saya adalah di feedback dari volunter atau anak digiring untuk memahami mengapa dia mendapatkan apel…so, berkomunikasilah ketika memberi apel yak… Pemberian apel sebenarnya adalah bentuk evaluasi dari hasil belajar anak yang diformulasikan dengan lebih menyenangkan. Evaluasi umum juga penting dilakukan, evaluasi besar diakukan di tigabulanan kita tentunya.. namun setiap bulan volunter sebelum mengajar dapat membahas seberapa jauh perolehan buah mereka, tetap memberikan motivasi dan mengingatkan anak jika sering berbuat kesalahan.  Reward atau punistment yang diberikan diharapkan yang mendidik dan membuat mereka tambah ingin berusaha lebih baik lagi. Bagaimanapun, pada akhirnya anak pelan-pelan harus sadar ada atau tanpa hadiah, mereka harus terus melakukan kebaikan.

Lets trial and wishnya berhasil…jadi gak Error…:).

Semoga akan ada apel merah yang mewarnai pohon mereka ya 🙂

 

Foot Note :

Semangat ya para volunter…. Semoga, walaupun sederhana bisa membuat lebih baik mereka…Maaf belum bisa terlalu banyak bantu ya…:)

1 Komentar (+add yours?)

  1. nunungnhd
    Okt 18, 2015 @ 03:51:03

    Menyalin-tempel 😁

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: