Yuks..Menuliskannya


Tulisan adalah teman sejarah terbaik manusia yang ibarat lembaran kertas, setiap hari terus tertoreh tinta-tinta sebagai tanda kehidupan. Pengaruh tulisan terhadap manusia begitu kuatnya hingga Sigmund Freud mengatakan bahwa kata-kata dalam tulisan dan keajaiban merupakan satu hal yang sama, dan kata-kata menyimpan tenaga ajaib mereka. Dengan kata-kata seseorang bisa memberi orang lain kebahagiaan atau rasa putus asa, dengan kata-kata seorang guru menanamkan pengetahuan kepada murid-muridnya, lewat kata-kata orator menarik perhatian pendengarnya dan mempengaruhi penilaian dan keputusan pendengarnya. Kata-kata mengungkapkan emosi dan secara universal merupakan alat bagi kita mempengaruhi manusia lain. Betapa dahsyatnya kata-kata sehingga memicu permusuhan atau perdamaian, mengubah keputusan seorang anak untuk putus sekolah, mengorbankan semangat pejuang untuk terus bergerak, atau membuat seseorang bangkit dari keterpurukan. Luar biasa ya kata-kata.

Quraish Shibab berpendapat tulisan adalah anugurah terbesar atau katakanlah revolusi  budaya besar  bagi makluk Tuhan yang namanya manusia.  Dengan tulisan, manusia mampu mentransfer dengan jelas pengetahuannya kepada generasi sesudahnya. Dengan tulisan walaupun sang penulis sudah wafat, ia tetap mampu berdialog dengan orang lain yang masih hidup, dan tulisan seseorang bahkan mampu menjadi lebih panjang usianya dibandingkan penulisnya sendiri. Tulisan dapat menyimpan aneka pengetahuan  dan informasi yang tidak terbatas pada waktu dan ruang. Penemuan tulisan adalah salah satu dari tiga temuan manusia yang terbesar disamping roda dan api.

Jika kita membagi sejarah manusia menjadi dua periode maka periode itu adalah era sebelum dan sesudah ada tulisan. Sebagian pakar mengatakan bahwa tulisan pertama kali dikenal  di Mesir sekitar 5000 tahun yang lalu yaitu berupa tulisan heroglifia (kombinasi elemen logograf dan alfabet). Ada juga yang berpendapat bahwa bahasa pertama yang ditulis  ditemukan di Yanghau, wilayah cina selatan sekitar 4000-5000 tahun SM. Sekarang  perkembangan tulisan di dunia sudah semakin dahsyat.

Makaminan Makagiansar (dalam Quraish Shihab) menuliskan bahwa melalui pengembangan bahasa diperlukan 50.000 tahun untuk mencapai satu pengetahuan manusia (unit of collective human knowladge/UCHK) pada fase fase awal tahun masehi 1. Tahun 1500 UCHK menjadi dua kali lipat lebih besar, tahun 1750 menjadi empat kali lipat, tahun 1900 menjadi delapan kali lipat,tahun 1960 menjadi 32 kali lipat, 1967 menjadi 64 kali lipat tahun 1973 menjadi 128 kali lipat. Mengingat jarak antara tahun-tahun membesarnya ilmu pengetahuan itu makin kecil, maka tidak jauh perkiraan bahwa pada tahun 1994 sudah mencapai 4000 UCHK. Sehingga menurut Buckminster Fuller pengetahuan keseluruhan manusia berlipat ganda  dua kali setiap lima belas bulan dan menjadikan implikasinya terhadap tulis menulis menjadi sangat besar. Menurutnya,  lima ribu tahun lalu penemuan terjadi setiap dua ratus tahun pada tahun A.D tiap lima puluh tahun, pada tahun 1000 tiap tiga puluh tahun, pada masa Renaissance setiap tiga tahun, di era industri tiap enam bulan, dan pada tahun 1950 an setiap bulan terjadi terobosan baru. Boleh jadi dari tahun 2003 M, ditemukan 4 sampai lima penemuan dan terobosan setiap bulannya. Hal ini tentu saja akan hilang begitu saja jika tidak ada kegiatan tulis dan baca.

Yuks Terus Menulis :

Salam pembuka dari blog Retakan Kata mengatakan “Menulislah, meski tulisanmu tidak seagung karya para pujangga atau tidak seindah rangkaian kata para penyair yang mabuk rindu. Meski penamu tak lagi tajam dan kertasmu mulai buram. Sebab Ia telah menghamparkan kertas di depan mata kita, mengisi penuh tinta di hati dan pikiran kita. Ia menunggu kita menulis sesuatu yang bermakna. Menulislah, Sebab sesungguhnya hidupmu lebih sastra daripada karya para pujangga dan lebih puisi daripada rangkaian kata para penyair”

Begitu luar biasanya tulisan, hingga bisa membangun angan dan menggungah seseorang untuk terus bisa bermimpi. Gol A Gong pendiri rumah dunia mengatakan“ Rumahku rumah dunia, kubangun dengan kata-kata”. Tentu bisa dibayangkan bagaimana sebuah komunitas pendidikan bagi mereka yang ingin belajar dibangun dengan kumpulan kata-kata dan tetap terus berjuang dengan kata-kata. Satu potret perjuangan anak bangsa membangun mimpi dengan sederhana. Selayaknyalah tentunya pemuda membayar lunas hutang kemerdekaan dengan menjadi bagian dari kemajuan peradapan negeri…bukan dengan adu otot dan kekerasan tetapi dengan karya  yang salah satunya adalah dengan tulisan, seperti kata Toto ST Hardik wahai pemuda  “ simpan Golokmu, asah penamu!”

Buya Hamka mengatakan mungkin wajar jika saya terlahir sebagai seorang ulama, karena dari kecil rentetan buku-buku, kegiatan di surau, atau perdebatan di rumah bersama orang tua memberikan pemahaman yang baik soal agama. Tetapi ketika saya menjadi penulis, mungkin itu bukan soal keturunan belaka. Dalam menulis, kita akan bertemu kegagalan. Dalam menulis, kita akan bertemu angin baik dan angin buruk. Kadang-kadang dalam sedikit tahun kita mendapat inspirasi berturu-turut, sehingga kita digelari orang produktif, mengeluarkan hasil banyak. Tetapi dalam waktu yang lain, kita “sepi”. Hanya ilhamlah kawan penulis yang karib. Ilham itu pun tidak datang ! Apa daya !. “Sebetulnya saya sendiri tidak dapat menunjukkan suatu macam teori atau sistem, bagaimana cara saya menulis. Apakah dahulunya saya belajar atau tidak. Memang, dengan kekuatan membaca tulisan orang lain, timbul pula dorongan jiwa kita untuk turut menulis. Tetapi kita bukan kita kalah hanya menjadi pak Turut ! Setiap pengarang adalah mempunyai langgam dan gaya bahasa sendiri. Langgam (style) Haji A. Salim sebagai pengarang, berbeda dengan langgam Abdul Muis, dan saya berbeda dengan St. Takdir Ali Syahbana. Penulis yang berdiri sendiri ialah menempuh jalan sendiri.

Jadi Menulis Saja

Wohhh (sambil menguap…!) Kenapa tulisan ini jadi begitu serius ya (heee..edisi kembali ke pada diri sendiri).. Menulis itu menyenangkan, menulis itu melegakan, menulis itu  adalah bagian dari katarsis jiwa ampuh, dan menulis adalah cara untuk merunutkan pikiran-pikiran yang berhambur dalam ni otak. Mungkin banyak alasan kenapa seseorang menulis, tapi bagi ku Selain hasil foto, ada satu hal lagi yang dapat mengabadikan waktu dalam jalinan cerita yang bisa dikenang yaitu tulisan. Tulisan ibarat penyegar pikiran diantara banyak kehausan akan ilmu, fenomena, dan runtutan ide yang meloncat-loncat di logika.. Tulisan ibarat penanda jejak-jejak peristiwa yang berusaha dicerna dengan sederhana. Dan tulisan adalah menjadi media untuk bercerita, berbagi rasa, dan memperkaya makna.

Suatu saat pernah membaca tulisan seseorang…mengenalnyapun tidak, judul tulisannyapun lupa…. Yang amat dalam adalah pesan dari  moral dari tulisan yang dibuatnya…sederhana tetapi mampu menggerakan… kadang kala, ketika kita menuliskan kebaikan, walaupun mungkin kita masih berusaha menjalankannya… selain menjadi penampar untuk diri sendiri bisa jadi juga menjadi pengingat untuk orang lain… ah..so, tulisankan saja menurutku.

Tulisan itu perekat hati yang sedang jauh, penyampai pesan yang tidak terucap, dan pemuas hati dikala lelah.. Dengan tulisan kita tidak hanya bisa masuk ke masa atau dunia yang kita tuliskan tetapi juga mampu menciptakannya…mungkin inilah yang dimaksud kata-kata dalam tulisan bagai keajaiban….Apalagi tulisan pada akhirnya membuat kita mengenali perasaan pikiran, dan kepribadian diri sendiri… (emm…wajar jika ada pepatah..Tulisanmu menandakan dirimu). Hemmm, wajarlah pada akhirnya menulis  menjadi candu yang harus dipuaskan (Edisi pendapat pribadi…).

Jadi, walaupun tulisan ini pada akhirnya terlihat tampak aneh… tapi sudahlah… kita menulis saja pokoknya…(Kehabisan ide soalnya…he)…

Yuks… kita nikmati setiap detik yang bisa kita gunakan untuk menulis

2 Komentar (+add yours?)

  1. embundankaca
    Apr 27, 2012 @ 13:26:48

    pokoknya, aku suka tulisan kam mbokde :).. salah satu hal yg bisa mengikat kita sejauh ini, krn bnyaknya tulisan kam yg berbicara dan mengabari.. :D.. jadi kalo ku kangen kam, aku suka buka blog kam.. #wekekekkek.. akhir2 ni aku sok sweet gitu y,, nggombalisasi lagi.. misyusomuch..
    dan tulisan kam semakin mateng… 🙂

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: