Yuk Membaca…


Mungkin ada benarnya pepatah lama soal membaca… Membaca adalah jendela dari dunia… dan bahasa adalah kunci untuk membukanya… Apa yang paling menyenangkan dari membaca? Sangat sepakat dengan pendapat Abbas Mahmud Al-Qqadas (dalam Quraish Shihab) yang menjelaskan bahwa tanpa membaca kita hanya punya satu hidup. Yang dapat memberi hidup lebih dari satu hidup, hanyalah bacaan, karena dengannya hidup semakin bermakna  dan semakin dalam. Singkat cerita, dengan membaca kita bisa menjadi apa yang kita baca dan berkelana seolah berada di dalam tulisan atau peristiwa.

Aha… agak tersindir dengan tulisan, jangan sekali-kali berkata “ tidak ada waktu untuk membaca” karena membaca bisa dilakukan dimana saja. Menurut penelitian, jika kita sudah terbiasa membaca, kita bisa membaca sekitar 300 kata dalam satu menit yang berarti dalam 15 menit kita bisa membaca 4500 kata. Dalam satu bulan hanya dengan menggunakan 15 menit itu, kita bisa menyelesaikan 126.000 kata. Kalau rata-rata satu buku saku muat sekitar 6000 kata, maka itu berarti setiap bulannya kita dapat membaca dua buku. Bagaimana kalau kita menggunakan waktu lebih dari 15 menit???.

Ibnu Sina di usia sepuluh tahun ia telah banyak mempelajari ilmu agama Islam dan menghafal Al-Qur’an seluruhnya, belajar ilmu logika metafisika, dan filsafat Yunani bahkan untuk karya Aristoteles ia membacanya sampai 40 kali. Umur 16 tahun ia sudah memahami ilmu kedokteran dan umur 17 tahun ia menjadi dokter istana. Mengunjungi perpustakaan adalah kebiasaannya  dan karya-karya yang ditulisnya menjadi sumbangan luar biasa dalam ilmu pengetahuan terutama dibidang kedokteran dan filsafat.  Ibnu Rusyd seorang filsuf islam, ahli ilmu kalam dan pembesar ulama mazhab Maliki adalah orang yang sangat giat membaca. Ia mempelajari Alquran, tafsir, hadits, fiqih, serta mendalami ilmu-ilmu eksakta seperti matematika, astronomi, logika, filsafat dan kedokteran. Pada saat usia 36 tahun, Ibnu Rusyd mulai menulis dan mengarang. Orang-orang yang menulis sejarah hidupnya berkata “Sungguh Ibnu Rusyd tidak meninggalkan membaca dan menulis pada sisa umurnya kecuali pada dua malam, malam pengantinnya dan malam saat bapaknya meninggal

Bill Gate pendiri Microsoft mengatakan bahwa “Saya punya banyak impian ketika masih kecil, dan saya kira semua itu tumbuh dari kenyataan bahwa saya punya banyak kesempatan untuk membaca. Adoft hitler dengan kontroversinya ternyata sangat rajin mengunjungi perpustakaan dan membaca buku-buku humaniora dan kebesaran bangsa Jerman. Bahkan fir’aun yang namanya abadi sepanjang masa mempunyai perpustakaan pribadi dengan koleksi 20.000 buku.

Pasti ada sebab wahyu pertama kepada Nabi Muhammad justru perintah “Bacalah”, tidak hanya sekedar “ bacalah” tetapi bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Perintah ini tentu saja tidak menyebut objek bacaan tetapi lebih menyebut motivasi dan tujuan.  Dalam bukunya Quraish Shihab dijelaskan bahwa  Iqra pada mulanya berarti menghimpun. Jika ada kata “membaca” maka sebelum mengucapkannya–dengan lidah atau di dalam benak–kita sebenarnya melihat ketujuh huruf itu satu persatu terlebih dahulu,dan mengurutkannya lalu menghimpunnya dan seketika itu-setelah terjadi aneka proses yang sangat cepat–lahirlah bacaan yang berbunyi “ membaca”.

Selanjutnya Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata iqra  juga sangat menakjubkan. Kata ini dalam aksara arab terdiri dari huruf-huruf Qaf ( ق) Ra (ر) dan hamzah (ء). Ketiga huruf  tersebut betapapun kita mengutak atik susunannya dia tetap mempunyai makna. Kita dapat mendahulukan huruf hamzah disusul  dengan Qaf dan Ra sehingga membacanya (أقر) aqarra, yang antara lain bermakna mengakui atau mantap dan  tenang.Kita juga dapat mendahulukan hamzah dan meletakan huruf Ra  di tengahnya dan huruf Qaf diakhirnya sehingga terbaca ( ٲرق) ariqa,  yakni gelisah atau sulit tidur. Kesemuanya mengisyaratkan bahwa kalau kita tidak membaca, maka akan gelisah dan kalau gelisah maka tidak akan dapat tidur sehingga tidak merasakan ketenanngan.  Sebaliknya ketika kita membaca kita akan tenang, memperoleh pengetahuan dan kehidupan.  Demikian, membaca (Qara’a) kita lakukan supaya kita tahu. Seseorang yang tahu supaya tidak gelisah (ariqa) dan bila tidak gelisah, maka dia akan tenang dan mantap (aqarra/istaqarra).

Selanjutnya kata iqra digunakan untuk objek apapun. Kita dituntut oleh kata pertama dalam wahyu itu untuk membaca apa saja, yang tertulis atau yang terhampar, yang burukpun pada dasarnya boleh dibaca selama motivasinya adalah bismi rabbika. Orang bijak berkata :

“ aku berusaha tahu yang buruk, bukan untuk melakukannya

   Tetapi untuk menghindarinya

   Siapa yang tidak mengenal keburukan, maka

   Dia dapat terjerumus ke dalamnya”

 Semakin banyak yang kita ketahui, maka semakin banyak lagi yang tidak kita ketahui seperti diakui oleh Socrates kurang lebih 2500 tahun lalu bahwa puncak ilmu pengetahuan ternyata bukan I know that I know, but I know that I don’t know. Maka wajarlah ketika perintah “membaca” akan membawa kepada langkah-langkah dalam kehidupan. Menurut Syekh Abdul Halim Mahmud mantan pemimpin tertinggi Al-Azhar, Membaca disini adalah lambar dari segala apa yang dilakukan oleh manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian  dan jiwanya ingin menyatakan “ bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu, sehingga pada akhirnya jadikanlah  ayat tersebut berarti jadikanlah seluruh kehidupanmu, wujudmu, dalam cara dan tujuannya, kesemuanya demi Allah.

Jadi…. Mari menikmati setiap detik yang kita gunakan untuk membaca…:)

4 Komentar (+add yours?)

  1. embundankaca
    Jan 07, 2012 @ 10:57:08

    wooooeeeiiiii… :))

    Suka

    Balas

  2. embundankaca
    Jan 13, 2012 @ 05:27:18

    kq gambarmu kotak2? ganti gravatar-nya nah… eh.. aku mauu layout yang lebaar kayak punyamu ni.. berasa leluasa bernafaas, hahaa….

    Suka

    Balas

    • pelangipsikologi
      Jan 13, 2012 @ 11:15:53

      haaa….blum nemu cara ganti avatarnya…masih belajar wordpres ni.. menyenangkan juga ternyata… khusus buat ilmu aja…iya ya, punya ku lebar…kok punya mu sempit…haa…ganti gi, aku lupa caranya tapi..

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: