Emosi dan diri sendiri

Emosi itu pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu emosi positif dan emosi negatif. Contoh emosi positif adalah bahagia, damai, tenang dan perasaan positif lainnya. Sedangkan contoh emosi negatif adalah marah, sedih, benci, jengkel, atau perasaan yang dapat mengganggu lainnya. Pada dasarnya semua orang tentu harus memiliki emosi positif ataupun negatif, hanya saja pada proses kehidupan kita, kita harus lebih mengembangkan emosi positif dan mengelola emosi negatif agar tidak merusak.

Emosi itu ibarat virus yang karakter khasnya adalah menular, ketika emosi kita positif terhadap diri sendiri dan orang-orang disekitar kita, maka sebenarnya akan dirasakan oleh lingkungan. Perilaku histeris masal adalah salah satu contoh emosi yang menular, sebut saja dalam kondisi bencana misalkan, ketika ada satu atau dua orang yang sangat panik, maka bisa saja akan menulari seluruh orang yang ada dalam kondisi bencana itu. Atau contoh lainnya, ketika seorang trainer yang terlihat sangat bersemangat membimbing pelatihan dapat membawa mood seseorang yang awalnya tidak antusias menjadi terlibat aktif dalam pelatihan.

Dalam kehidupan sehari-hari juga demikian, dalam psikologi ada konsep resonansi atau tarik menarik antar satu element. Orang yang yang emosinya positif cenderung akan membawa keceriaan bagi lingkungan dan suasanan nyaman bagi orang disekitarnya dibandingkan mereka yang sedang memiliki emosi negatif.  Kemudian sifat khas emosi adalah tidak menetap, tidak akan ada orang yang akan sedih seumur hidup atau terus bahagia sepanjang masa. Emosi yang sehat dikenakan terhadap sesuatu objek dan itu sangat mungkin untuk di kelola dengan pikiran dan perasaan kita.

Seseorang yang terbiasa berkata negatif kepada dirinya sendiri seperti aku jelek, aku bodoh, aku tidak apa-apa biasanya akan berkorelasi positif dengan emosi negatif pada diri sehingga emosi itu harusnya dibiasakan. Layaknya pola makan yang benar, maka diri juga harus terbiasa memberikan asupan-asupan mental yang sehat bagi jiwa. Salah satu hasil penelitian tentang analisa buku harian menyebutkan bahwa tulisan-tulisan yang memberikan semangat dan optimis kepada diri dan kehidupannya sehari-hari membuktikan bahwa dalam kualitas hidupnya menjadi lebih baik dibandingkan dengan mereka yang pesimis dan sering berkata negatif kepada diri sendiri. Hal ini terlihat dari tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup dari si penulis (Seligiman, 2007). Begitu juga dengan cara  kita berinteraksi terhadap orang lain kata-kata atau analisa negatif yang dikeluarkan terhadap orang lain pada dasarnya tidak hanya menimbulkan emosi negatif terhadap lawan bicara kita tetapi secara tidak sadar juga akan berpengaruh terhadap pembentukan emosi yang ada pada diri. Sehingga pemilihan kata yang baik kepada diri sendiri ataupun orang lain akan memberikan dampak kepada emosi-emosi kita setiap harinya.

Emosi positif tentu saja tidak didapatkan dengan jalan pintas dan untuk kesenangan sesaat. Walaupun kadang-kadang sekali-kali kita juga perlu untuk melakukannya.  Kebanyakan dari kita kadang memilih jalan pintas imajner yang tak terhingga banyaknya untuk merasa senang atau memunculkan emosi positif seperti pergi berbelanja, menonton, rekreasi atau melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi diri. Keyakinan bahwa kita bisa menyandarkan diri pada jalan pintas untuk meraih kebahagiaan, kesenangan, kenikmatan, kenyamananan dan semangat-bukannya dengan menggunakan kekuatan dan kebijakan personal menyebabkan  kemunculkan kelompok orang yang berlimpah kekayaan tetapi lapar secara spiritual. Emosi positif yang terpisah dari penggunaan karakter akan mengarah kepada kehampaan, kepalsuan, depresi dan sejalan dengan semakin menuanya kita, pada kesadaran yang mengusik hati bahwa kita sesungguhnya akan terus gelisah hingga ajal menjemput.

Perasaan positif harusnya tumbuh dari penumbuh kembangan kekuatan dan kebajikan yang menimbulkan perasaan otentik dan positif alih-alih melalui jalan pintas. Ditarik ke kehidupan sehari-hari, banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menimbulkan perasaan positif yang lebih otentik.  Seperti perbuatan untuk membantu sesama. Riset-riset di dunia barat membuktikan bahwa membantu teman secara spontan atau terlibat dalam kegiatan sosial jauh lebih mendatangkan emosi positif dibandingkan dengan pergi bersama teman untuk menonton film atau bersenang-senang menghabiskan waktu.  Seligman (2007) menjelaskan bahwa ketika tindak kebajikan yang kita lakukan bersifat spontan dan keluar dari kekuatan personal, seluruh hari terasa lebih baik.

Perbuatan baik adalah semacam gratifikasi  atau keadaaan yang menyenangkan yang mengikuti pencapaian hastrat dan ini berlawanan dengan kesenangan atau kepuasaan yang diperoleh selelah suatu motif tertentu terpenuhi.  Perbuatan baik adalah salah satu menggugah kekuatan kita untuk menghadapi tantangan dan menghasilkan gratifikasi. Ini bukan berarti kebaikan disertai oleh aliran emosi positif yang terpisah misalnya keceriaan; kebaikan dilakukan lewat keterlibatan total dari diri seolah waktu berhenti saat kita melakukan kebaikan. Seorang mahasiswa di salah satu jurusan bisnis pernah berkata bahwa dia belajar di jurusan itu untuk mencari uang yang banyak dan menjadi bahagia, namun dia menjadi bingung ketika menyadari bahwa dia lebih menyukai membantu orang lain dari pada menghabiskan uangnya dengan berbelanja.

Untuk memahami kebahagiaan, maka kita juga perlu memahami kekuatan dan kebajikan personal karena ketika di dasari oleh kedua hal ini maka hidup kita akan terisi oleh perasaan autentik tidak hanya  mengejar bayangan semu akan makna bahagia. Perasaan-perasaan yang ada di dalam diri kita sebenarnya adalah cerminan dari watak. Jika perasaan adalah keadaan atau kejadian sementara yang tidak selalu merupakan sifat dari kepribadian. Maka watak berlawanan dengan keadaan, watak adalah karakteristik negatif  ataupun positif yang terus muncul  pada berbagai situasi dan kesempatan. Aktivitas dari watak mendorong munculnya keadaan sesaat. Misalnya seseorang yang mempunyai watak paranoia akan mendorong munculnya keadaan sesaat kecemburuan, orang yang memiliki watak homuniris akan mendorong munculnya keadaan tertawa. Begitu pula orang yang memiliki watak optimis maka akan cenderung menafsirkan masalah sebagai hal yang sementara, terkendali, dan hanya khusus untuk satu situasi. Sebaliknya orang yang pesimis akan menyakini permasalahan mereka akan berlangsung selamanya, menghancurkan apa yang mereka lakukan  dan tidak tidak terkendali. Mengembangkan watak yang baik adalah salah satu kunci dari kebahagiaan hidup. Pakar psikologi positif menjelaskan bahwa watak akan disebut kekuatan jika dapat dihargai di hampir semua budaya (universal baik), dihargai karena hakitanya sendiri bukan sekedar sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain, dan terus dapat diasah untuk membawa diri menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, mengembangkan kuatan dan kebajikan adalah salah satu karakteristik watak  yang dapat ditumbuhkan untuk memimbulkan perasaan-perasaan positif dari diri. Walaupun kadang-kadang psikologi tradisional banyak mengabaikan banyaknya kebajikan dengan pandangan-pandangannya yang deterministik,  tetapi bisa dipastikan agama dan filsafat tidaklah demikian.  Terdapat konvergensi dan lintas milenium dan lintas budaya yang menakjubkan dalam hal kebijakan dan kekuatan yang harus dimiliki oleh manusia. Baik tradisi agama, para filsuf ataupun tradisi luhur lainnya sehingga pada dasarnya dalam konteks ini kekuatan yang dapat dikembangkan manusia berlaku secara universal.  Beberapa inti kebijaksanaan itu adalah kearifan dan pengetahuan, keberanian, kasih sayang dan kemanusiaan, keadalian, pengendalian diri, serta spiritualitas dan transendensi.

Sehingga pertanyaan sederhana di akhir tulisan ini adalah, bagaimana hidup yang lebih baik itu?  Yang secara universal kita bisa jawab atau pada dasarnya memiliki falsafah-falsafah tuntutan?. Semua orang mungkin akan memiliki jawaban yang berbeda.  Hanya saja, ketika hidup hanya mencari perasaan-perasaan positif yang semu tanpa menggunakan kekuatan dan kebjikan khas yang ada di dalam diri seseorang pada akhirnya hanya menghasilkan sesuatu yang hampa dan kosong.

Mari terus belajar dan nikmati setiap detik yang sungguh berarti 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: