Di Sela Merapi Itu

Di barak pengungsian ini, semua orang punya peran masing-masing dan semua saling terkait…. tidak ingin mengatakan mereka baik-baik saja, juga tidak ingin mengatakan mereka mengenaskan, ada diantara dua titik. Dalam kondisi bencana utamanya terkait korban semuanya serba dilematis. Dilematis antara relawan dan kepentingan lembaga yang mengirim, dilematis antara harus mengutamakan spanduk yang harus dikibarkan dengan atas nama kemanusian yang harus di usung. Dilematis antara kepentingan anak-anak yang ingin dibahagiaakan dengan titik tengah lembaga yang juga harus di perhitungkan. Kadang kala saya berfikir, apakah sebenarnya makna kemanusiaan. Apakah kemanusiaan sama dengan kepentingan… well entahlah yang jelas, yang terfikir oleh ku adalah bagaimana saat ini menjadi seekor cacing, mencimum dan melihat apa saja yang ada di depannya, dan melakukan apa yang bisa dilakukan. Walaupun mungkin kecil, hanya saja bukankah semua saling terkait dan bukannya serangkaian konsep

 hai coorporate yang menyumbang tidak seberapa, tidak sadarkah berapa banyak ekplotitasi yang kalian lakukan dengan atas nama kemanusiaan. Seolah membuang dosa dengan pahala atas dosa lainnya yang kalian lakukan. Sampai pada titik ini, saya menjadi mempertanyakan makna ikslas itu….

Pengungsian Wonokerto, Merapi 4 November 2010

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: