Diskusi Soal Pendidikan

Aku suka dunia baru dimana selalu ada jeda untuk terus belajar dan meniupkan ruh semangat akan jiwa

Diskusi kami hari ini soal pendidikan, tentangnya pendidikan untuk anak-anak yang akan menjadi bekal untuk mereka di masa depan. Cerita sekolah bagaimanakah yang baik menjadi warna awal dalam diskusi bersama di pertemuan kami setelah hampir satu bulan tidak saling berbagi.

Memang sekolah-sekolah yang bagus itu mahal ya, kata seorang teman sambil menghitung-hitung pengeluaran yang harus keluar dari kantong setiap bulannya. Cuman mau gimana lagi, kalau di sekolah umum juga kita harus lebih punya waktu untuk menambahkan pendidikan agama dalam list pembelajaran mereka.  Jadi kalau bisa dimulai dari kecil anak sudah dibiasakan belajar agama….dan keterbatasan waktu akhirnya membuat orang tua harus cerdas dalam memilih sekolah.

Diskusi kemudian beranjak tentang tes psikologi bagi anak-anak.  Temenku bertanya tentang konsep tes psikologi bagi seorang anak.  Kemudian aku menjelaskan konsep tes itu sendiri… Bahwa sebenarnya tes itu fungsinya lebih kepada memprediksi saja, bisa jadi tidak 100 persen benar….yang harus dilakukan orang tua adalah jangan sampai tersitgma sama hasil tes psikologi. Misalkan hasil IQ anak dibawah rata-rata…itu mungkin harus kita analisa kembali, bisa jadi saat pengetesan sang anak sedang sakit, atau orang tua terlalu mendikte, atau dia mereasa tidak nyaman dengan kondisi pengetesan sehingga hasilnya kurang maksimal. Kalaupun hasilnya benar dibawah rata-rata..toh itu bukan akhir dari segalanya. Banyak orang tua yang kadang terjebak dengan hasil tes psikologi, dan mengganggap baku hasil tes itu, sehingga mengganggap anak mereka tidak punya masa depan… Inilah kritik terbesar terhadap psikologi psikometri (haa…yang aslinya aku dalami).

Aku lebih suka mengganggap setiap anak itu unik, walaupun mungkin jika kita kaitkan ke evaluasi pendidikan akan sedikit merepotkan (edisi masih sangat merindukan pendidikan yang humanis dan religius). Hasil penelitian yang kubaca dari sebuah buku menyebutkan bahwa anak-anak atau remaja sudah mulai kehilangan tokoh panutan yang mereka anggap real sehingga wajar jika banyak dari mereka yang mengalami kegamanangan diri dan mencari idola yang diterima oleh lingkungan, sering kali istilah “gaul”. Ini mungkin jadi PR bagi pendidik ataupun orang tua baik sekolah-sekolah negeri ataupun berbasis agama. Kita sering menyerukan, teladani nabi Muhammad, cuman sosok beliau belum real bagi anak…. Dan sepertinya kita harus mencari formulasi untuk membuat nyata tokoh nabi dalam kehidupan sehari-hari.  Pada akhirnya contoh dari orang tualah yang amat penting…. Membayangkan anak-anak pada kagum sama ayah dan ibunya sendiri, kemudian sang ayah bisa bercerita bahwa yang membuatnya luar biasa hebat adalah karena ia mempunyai tokoh panutan seperti Nabi Muhammad.

Semoga…dengan ilmu akan banyak yang bisa kita lakukan untuk pendidikan

Bukan untuk merubahnya secara drastis, tetapi sedikit membuatnya lebih baik

Terimakasih ya ya Rabb

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

twitter

  • Enak lho berjilbab...gak usah ke salon (kata mbk2 artis di TV :P ) Salah tontonan gosip pagi2 2 days ago
  • @mesa_se hee....sm kok Mes...goleran sek... Kamu apa kabar..lama gak denger bertita setelah kita tdr breng di kosan..he 2 days ago
  • Hal sangat mendasar yang saya pelajari belakangan adalah belajar berserah kepadaNya, dari segala upaya yg sudah dilakukan. Damai :) 2 days ago
  • Mengenal akar rumput, serumput & akar-akarnya, bkin saya begitu jatuh cinta sm bangsa ini. Semoga jatuh cinta yang tidak bikin patah hati :) 2 days ago
  • Jadi fasilitator di pedalaman kalimantan bkin kecerdasan spasial naik. Mengenali batang pohon atau ciri rusaknya jalan biar gak ke sasar. 2 days ago
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: